PALANGKA RAYA – Suara Rakyat Barito - Sabtu ( 24/10/2026 ) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaksanakan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, untuk memastikan pelaksanaan penanganan kesehatan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). dan berikan Bantuan obat-obatan di RSUD Doris dan Puskesmas
Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi kesehatan warga di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Kedatangan Menteri Kesehatan disambut oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, didampingi Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden serta unsur pimpinan Forkopimda. Dalam rangkaian kegiatan, rombongan meninjau Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen di Ruang Terbuka Hijau Bundaran Besar, RSUD Doris Sylvanus, dan Puskesmas Panarung.
Menteri Kesehatan menegaskan bahwa puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan pertama yang dikunjungi masyarakat. Apabila kondisi kesehatan pasien memburuk dan berkembang menjadi pneumonia, tidak sekadar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Saat ini, Kalimantan Tengah tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di antara tujuh daerah lain di Indonesia yang terdampak karhutla. Angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah telah melampaui nilai 300, yang termasuk dalam kategori berbahaya.
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan yakni balita, lansia, dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Apabila harus keluar rumah, wajib menggunakan masker N95. Segera periksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami batuk, iritasi mata, maupun iritasi kulit.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan juga menyerahkan secara simbolis bantuan obat-obatan serta peralatan kesehatan, meliputi masker bedah, masker N95, alat pengkonsentrasi oksigen, nebulizer, tabung oksigen, pemurni udara, serta multivitamin tablet dan sirup.Kegiatan ini mempertegas sinergi pemerintah pusat dan daerah: penanganan karhutla tidak terbatas pada pemadaman api, melainkan mencakup pula perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Saya berdoa semoga segera turun hujan. Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Jangan keluar rumah jika tidak diperlukan, terutama bagi balita, ibu hamil, dan lansia. Jika terpaksa keluar, gunakan masker N95 dengan benar, karena partikel PM2,5 saat ini sangat halus dan dapat masuk hingga ke paru-paru," tegas Menteri Kesehatan. (Redaksi .deka)