Bupati Barito Selatan dalam keterangannya menyatakan bahwa kondisi cuaca yang terus panas dan minim curah hujan membuat sumber air bersih di beberapa desa mulai menyusut dan mengering. Ditambah lagi dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik, kualitas udara menurun drastis dan mengganggu kesehatan warga sekaligus memperberat kesulitan mendapatkan air bersih yang layak pakai.
"Kami bergerak cepat menanggapi laporan dari lapangan. Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak saat ini. Kebakaran hutan dan kabut asap yang menyelimuti wilayah kami juga menambah beban warga. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah bergerak bersama PDAM Tirta Barito untuk memastikan pasokan air bersih tetap terjangkau dan tersalurkan hingga ke pelosok desa yang terdampak," ujar Bupati.
Bantuan air bersih disalurkan melalui kerja sama antara Dinas PUPR, Dinas Sosial, BPBD, dan PDAM Tirta Barito. Truk tangki air bersih dikirimkan menuju desa-desa yang terdampak paling parah. PDAM Tirta Barito juga mengalihkan sebagian kapasitas produksi air bersih untuk didistribusikan ke wilayah yang tidak terjangkau jaringan perpipaan, guna memastikan ketersediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan.
Air yang disalurkan langsung didistribusikan ke rumah warga, kantor desa, serta fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas agar dapat digunakan untuk minum, mandi, dan keperluan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Barito Selatan menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan titik-titik api yang masih membara. Kabut asap yang terbawa angin juga membuat jarak pandang terbatas dan kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat, sehingga warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
"Selain air bersih dari PDAM Tirta Barito, kami juga menyalurkan bantuan berupa masker dan obat-obatan sederhana bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap. Tim pemadam juga terus berupaya memadamkan titik api sekaligus melakukan pembasahan di sekitar wilayah pemukiman agar asap tidak semakin meluas," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memperparah kondisi kebakaran dan kabut asap. Bantuan air bersih melalui sinergi Pemkab dan PDAM Tirta Barito akan terus disalurkan secara bertahap hingga kondisi cuaca membaik dan sumber air alami kembali tersedia.( Rdaksi-nm)

.jpeg)
